Sebelum kuliah dimulai silahkan baca artikel di bawah ini
JODOH PILIHAN HATI 💜
JODOH PILIHAN HATI 💜
Mengutuhkan Diri, Memilih Kekasih Sejati
“Jodoh itu kan sudah menjadi ketentuan Allah, tak perlu repot nyari dan milih siapa yang jadi jodoh kita, nanti juga dateng sendiri. Jodoh gak akan kemana.”
Jodoh memang sudah menjadi ketentuan Allah, tapi pertanyaannya “Sudah seberapa benar ikhtiar Anda agar layak Allah beri jodoh?”. Dan benarkah tak perlu memilih siapa yang menjadi jodoh Anda? Jadi, siapa saja yang penting lawan jenis boleh dong? Think again! Iya juga sih jodoh memang gak akan kemana, namun masalahnya kalau Anda juga berdiam diri gak mencarinya, ya gimana mau ketemunya?
Nah, kalau memang sudah ketemu, sudah yakinkah kalau itu adalah pasangan yang tepat untuk menjalani pernikahan bersama? Untuk memperjuangkan berjodoh dunia hingga akhirat? Daaan ternyata banyak yang masih kebingungan menjawabnya.
Well, alhamdulillah respon para pembaca buku duet kedua kami, yaitu Jodoh Dunia Akhirat sangat di luar ekspektasi. Hanya karena Allah, melalui buku tersebut banyak pembaca yang “menyadari” apa yang menjadi penghambat mereka belum bertemu jodoh juga menikah. Namun, ternyata masih banyak yang bingung tentang bagaimana cara “memilih jodoh terbaik” nya.
“Teh, Kang... saya sudah cleansing, lagi upgrading, tapi masih bingung selecting nya, gimana ya cara mendapatkan pasangan yang sevisi dan semisi nikahnya?”
Begitulah salah satu respon yang sering masuk ke kami. Meskipun ada yang kesulitan di proses cleansing, banyak yang terbantu melalui workshop cleansing eksklusif yang kami adakan. Selanjutnya proses upgrading memang cukup bisa berjalan oleh diri sendiri, dengan peningkatan kapasitas diri melalui buku, seminar, diskusi dengan ahli, dll.
Nah, tiba di proses Selecting ini yang ternyata masih banyak yang merasa kebingungan dan kesulitan dalam “memilih pasangan idaman” untuk menjalani pernikahan yang seumur hidup dan diniatkan dunia akhirat tersebut.
Apalagi, semakin sini angka perceraian di Indonesia semakin meningkat saja setiap tahunnya. Kebayang, tentunya menjadi kekhawatiran sendiri bagi Anda yang masih single untuk menentukan dan memilih yang akan menjadi pasangan hidup Anda. Selain itu, cukup juga banyak kasus pernikahan yang bertahan bukan karena landasan “cinta” lagi. Hubungan pernikahan yang kering, yang sekadar bertahan karena anak, karena orang tua, dan alasan-alasan lain, yang sebenarnya alasan utama mereka adalah “merasa salah pilih pasangan” . Cukup gawat juga, kan?
Hal tersebut sangat mungkin terjadi, karena toh banyak yang menikah kurang “dalam” menggali dan mengenali bagaimana pasangannya. Kebayang kan, sesudah menikah dari ujung rambut sampai ujung kaki terlihat, kebiasaan buruk pun tak bisa ditutup-tutupi lagi. So, banyak dari mereka yang merasa ‘kaget’ melihat ‘wajah asli’dari pasangannya sendiri, yang selama ini tertutup oleh ‘topeng’ yang dikenakan di depan umum.
Setelah kami mencoba survey beberapa pernikahan yang harmonis, mencoba menggali ilmu dari mereka yang tidak merasa salah pilih pasangan sama sekali, ditambah juga dari pengetahuan dan pengalaman kami, ternyata fenomena ‘merasa’ salah pilih pasangan itu sangat bisa untuk dihindari, yaitu dengan cara memilih pasangan yang benar-benar tepat untuk diri kita. Karena ternyata, memilih pasangan idaman untuk menuju berkahnya pernikahan itu sangat posibble untuk diikhtiarkan, salah satunya dengan melakukan tahap selecting jodoh yang benar.
Kami menemukan formula Selecting yang benar, yang kami sebut “Cara Memilih Pasangan Hati”
1. Mirroring
Mirroring
itu proses bercermin, atau proses Kenali Diri. Dimana sebelum Anda mencoba
mencari pasangan yang diidamkan, Anda perlu benar-benar mengenal seperti apa
diri Anda, dari segi kebutuhannya, kelebihan, juga kekurangannya. Bagaimana
mungkin Anda akan memilih pasangan hidup, bila Anda sendiri belum mengenal diri
Anda seperti apa? Bagaimana mungkin Anda bisa dengan ‘ideal’nya menentukan
kriteria pasangan idaman, namun belum sepenuhnya bercermin memantaskan diri;
“Dengan orang seperti apa, sosok yang di cermin ini pantasnya?”
Proses Mirroring ini akan mengajak Anda bisa menentukan sebesar apa nilai yang Anda miliki. Value seperti apa yang membuat Anda berhak memilih dan dipilih hamba terbaik-Nya. Serta sudah sejauh mana, Anda bisa mengoptimalkan potensi yang Anda miliki, yang menunjang tercapainya tujuan keberkahan pernikahan. Sudahkah Anda berdamai dengan diri Anda sendiri? Sudahkah Anda mengenal diri Anda utuh 100%? Dan sudahkah juga Anda bisa menentukan ‘kebutuhan’ diri Anda akan pasangan seperti apa? Karena dengan mengetahui hal tersebut, akan membantu Anda dalam memilih pasangan terbaik dari-Nya. Oleh karenanya, proses MIRRORING ini perlu Anda lakukan. ☺
2. Matching
Matching
itu proses mencocokkan, atau proses ‘Kenali pasangan’. Dimana Anda akan
menentukan pasangan yang tepat sesuai yang Anda butuhkan. Bagaimana sosok
pasangan tersebut akan menyempurnakan diri Anda; persamaan dengan pasangan
untuk saling menguatkan, dan perbedaan dengannya untuk saling melengkapi.
Pasangan yang tepat bukanlah pasangan ‘ideal’ seperti ‘kata orang’ pada
umumnya, namun pasangan yang sesuai dengan kebutuhan diri Anda. Pasangan yang
melalui pernikahan akan saling melejitkan potensi, untuk menuju keberkahan
pernikahan.
Kriteria pasangan seperti apa yang cocok dengan Anda? Seberapa dalam hal yang perlu digali dari calon pasangan sebelum menikah? Seberapa penting mengenal masa lalu, kebiasaan dan keluarga calon pasangan? Dalam proses matching ini semua itu perlu terpenuhi, untuk benar-benar menemukan pasangan yang klop dengan diri Anda. Selain kecenderungan hati yang penting, logika dan rasionalitas dalam memilih pasangan pun perlu Anda pertimbangkan baik-baik. ☺
3. Completing
Completing ini tahap penyelesaian, to complete, untuk saling
melengkapi antara diri Anda dan calon pasangan Anda. Dimana Anda dan pasangan
Anda meyakinkan hati untuk bisa saling mengutuhkan satu sama lain. Tahap ini
sudah jauh lebih serius, karena tentunya sudah perlu melibatkan keluarga,
bahkan sudah persiapan menuju hari H pernikahan.
Bagaimana mengatasi mulai munculnya banyak friksi antara Anda dan calon pasangan? Bagaimana pula saling meyakinkan hati di tengah adanya keraguan? Juga bagaimana saling mengerti berbagai perbedaan tak prinsipil yang boleh jadi mengganggu?
Dalam completing ini, Anda akan memastikan pasangan idaman Anda dan meyakinkan hati bahwa ialah jodoh sejati. Ada beberapa kaidah dan tips yang bisa Anda jalankan untuk bisa benar-benar saling mengutuhkan antara Anda dan pasangan. ☺
Sekiranya dengan mengaplikasikan teori “Cara Benar Memilih Pasangan” ini, insya Allah atas izin-Nya, semoga akan mempermudah Anda memilih pasangan yang tepat untuk bersama mengarungi derasnya ombak pernikahan. Akan semakin menguatkan Anda bahwa dia memang jodoh sejati Anda yang siap berjuang menjadi jodoh dunia akhirat. Dan tentunya pernikahan yang diharapkan adalah pernikahan yang bahagia dan diberkahi Allah. Maka keberkahan pernikahan tersebut tentunya perlu dijemput, yang tentunya untuk mempermudah menjemputnya dengan memilih pasangan idaman yang tepat bagi diri Anda. Memilih pasangan idaman diperlukan ketelitian, karena selain ilmu dan skill untuk menjemputnya, perlu keseimbangan logika serta keikutsertaan peran hati Anda dalam menentukannya. Wallahu a’alam. ☺
Originally created by @canunkamil dan @fufuelmart
.
.
Kulwap Jum’at
.
Kulwap Jum’at
Assalamualaykum singlelillah shaleh shaleha semuanya. Perkenalkan
saya Foezi Citra Cuaca Elmart, biasa di kenal Fufu Elmart, dan si sapa Teh Fufu
😊
IG :
instagram.com/fufuelmart
FB :
facebook.com/fufuelmart
Saya lulusan kebidanan yang memutuskan menjadi seorang ibu
rumah tangga. Selain mengurus rumah,
hamdallah Allah beri amanah jadi penulis dan sudah melahirkan beberapa buku
yaitu :
1. Menikah
Itu Mudah
2. Jodoh
Dunia Akhirat
3. Mahir
Menjaga organ Intim wanita
4. Jodohku,
Inilah Proposal Nikahku
5.
Menikahimu Dengan Restu Ayah Ibu
6. Rumah
Tangga Surga
7. Jodoh
Pilihan Hati
Next insyaAllah tahun ini akan
terbit buku baru lagi.
Saya juga Marriage Trainer
(Trainer bidang pernikahan dan keluarga)
& Family Therapist bersama
suami saya "Ikhsanun Kamil Pratama" @canunkamil.
Senang sekali rasanya diundang temen2 komunitas untuk diskusi
di sini. Saya juga masih harus banyak belajar, boleh jadi teman-teman di sini
ada yang jauh lebih mafhum dan ahli. InsyaAllah saya akan sharing sesuai yang
sudah saya ketahui, pelajari dan saya aplikasikan... Sekian perkenalannya,
salam silaturahim untuk semua singlelillah KEREN di sini.... 😊🙏🏻💜
Question :
- Kemrin pas kulwap kang
Canun pernah bilang : kata istri sy hanya akhwat yg teguh pegang prinsip,
yg layak dapatkan suami berjiwa leadership Maksudny prinsip seperti apa
ya, Teh?
Asnwer :
Maksudnya wanita yang
tegas,insyaAllah akan mendapat lelaki yang juga tegas.
Dalam hal ini, bisa jadi prinsip hidup, sudah tahu kebutuhan
diri sendiri seperti apa, jelas pny pandangan dan perencanaan masa depan
seperti apa. Bkn hanya baper dan mengharapkan jodoh lalu menikah. Namun
memiliki prinsip hidup dan tujuan yg jelas.
Biasanya wanita yg tegas pd prinsipnya, nggak mudah diombang ambing atau dibuat baper, nggak mudah di PHP in, dan nggak berlarut larut dalam sebuah kesedihan atau kesakitan.Dia tahu kapan saatnya harus move on, dan gak berlama lama di satu masalah.
Karena jodoh itu cermin, maka kalau kita ingin memiliki pasangan yg teguh, tegas dan pny jiwa leadership baik, pastikan kita menjadi wanita yg juga teguh dan tegas, dengan cara yg elegant 😊💜
- Teh mau nanya, Ikhlas itu
kan gak mudah, apalagi kalo semisalkan setiap hari ketemu atau dalam satu
tempat kerja (dgn orang yg kita sukai?). Bagaimana caranya kita ikhlas?
Answer :
Ikhlas itu sebenernya Allah yg menilai, tugas kita berusaha
merelakan. Emang kalau mau move on, kita perlu punya alasan yang jelas dulu, yg
akan menjadi kekuatan untuk menunjang kita lekas merelakan.
Sebenarnya rasa suka itu mudah hilang, saat kita pny fokus yg lain. Perkuat niat mau nikah karena Allah dan mendapat calon pasangan lbh baik. Mmendam perasaan terus menerus sama org yg sdh tak mngkin diikhtiarkan jd pasangan, adl hal sia sia. Baiknya memang jauhi agar mempermudah proses cleansing kita.
InsyaAllah di kelas siap nikah sy dan kang canun jelasin bgt, bagaimana agar kita bisa merelakan dengan cara yang baik. Karena seringkali yang membuat belum rela, ada sesuatu yang belum selesai. nah sesuatu itu yang perlu di damaikan 😊💜
- Teh, berapa lama waktu
dari khitbah ke nikah? Jika ada yang siap khitbah dalam waktu dekat tapi
siap nikah tahun depan, kira-kira dia dikategorikan siap nikah atau tidak?
Answer :
Sebenarnya nggak ada aturan waktu
pasti. memang zaman rasulullah saat sudah niat menikah baiknya disegerakan dan
nggak smpai waktu lama.
Ditanya dlu alasan kenapa mau khitbah sekarang dan nikahnya taun depan?Kalau alasannya logis dan bs diterima, boleh perjuangkan. Asal tetap dia perlu ke orangtua tteh dulu.Dan pastikan interaksi kalian terjaga sampai menikah nanti 😊
Kalau misal alasan dia nggak logis, dan nyari kesempatan untuk lbh deket dgn interaksi intens yg gak jelas, baiknya sih nggak, khawatir kan belum tentu jadi juga. Emang baiknya serius sama yg udahbener bener siap nikah. Kalau dia berani mengkhitbah, maka dia pun berani untuk negosiasi bersama antar dua keluarga terkait tanggal menikah 😊
- Bagaimana merubah persepsi
diri untuk tidak merasa tidak pantas ketika berta'aruf dengan seseorang yang
misal pendidikannya lebih tinggi dari kita. Padahal ikhwan tersebut bisa
saja mendapatkan akhwat yang setara pendidikannya. Bagaimana sarannya?
Misal akhwat S1, ikhwan nya S3
Bagaimana mengatasi trauma ketika gagal bertaaruf dan menghilangkan rasa kecewa terhadap orang yang bertaaruf dengan kita?
Answer :
Biasanya mereka yang nggak PD, atau
merasa rendah diri, adalah yg pernah punya trauma masa lalu. khususnya luka
bullying. Makanya perlu berdamai dulu.
Caranya adalah dengan CLEANSING
dulu 😊
a.
Menyadari kalau ada trauma
yg masih belum berdamai sama diri sendiri.
b.
Menerima lukanya di masa
lalu, bahwa orang yang dicinta bukan jodoh yg Allah takdirkan, yakin deh jodoh
yg Allah kasih itu TERBAIK, kalau udah ketemu nggak akan inget sama si mantan
dulu
c.
Mensyukuri bahwa Allah
ngasih kesempatan luar biasa. untuk ngambil hikmah dr sakit yg dirasakan
d.
Memaafkan diri sendiri yg
udah melakukan hal "sembrono" krena berani mencintai seseorang yg bkn
jodoh kita, dan memaafkan org yg membuat luka dgn menikah dgn orang lain. Juga
memaafkan orang2 di masa lalu yg pernah menyakiti.
e.
Merelakan, untuk kembali
menatap masa depan lbh baik
Step by step nya PERLU berurutan
karena kalau nggak, gak akan selesai dan berdamai, akan terus terkungkung 😊
Proses detilnya saya jelasin di
Kelas Siap nikah ya teh, langsung daftar
ke www.siapnikah.id masukkan kode
voucher dr teh Marda 😊
- Bagaimana kalau menikah
dgn usia yg jauh lebih muda? akhwatnya lebih Tua dari ikhwannya misalnya
beda 11 Tahun.. huhuu..
Answer :
Pertama, pastikan sudah siap segala konsekuensinya, karena
boleh jadi berbeda generasi, berbda pola pikr dsb. Belum lagi
pertimbangkan bagaimana tnggapan keluarga inti dan keluarga besar. Memang
kedewasaan seseorang itu tidak ditentukan usia, tapi tetap saja, bagaimanapun
akan ttep berpengaruh juga.
Kalau calon istrinya sanggup untuk mengayomi dan taat layaknya
bunda khadijah pada Rasulullah. Dan calon suaminya siap untuk terus bertumbuh,
dan siap menerima istrinya beserta lbh dan kurangnya, nggak masalah teh. Jangan
sampai keputusan menolak, hanya karena eksternal yg terlalu memaksa. Atau
jangan sampai keputusan memilih hanya karena sudah ingin segera menikah.
Pastikan keputusan menikah, penuh
tanggungjawab karena diri kita sendiri siap menerima segala konseluensinya 😊
- Proses mirroring matching
dan selecting udah terlampaui. Ternyata satu pihak gak punya rasa yg sama.
Apakah itu tetap dikatakan pencarian yg TEPAT ??
Answer :
Rasulullah menganjurkan kita saat
memilih pasangan, baiknya ada kecenderungan hati terlebih dulu. Seperti
Rasulullah menikahi semua istrinya, meski ada yg karena alasan politik pun
tetap ada kencenderungan hati.
Kecenderungan hati ini yg akan menjadi modal keikhlasan kita
menjalani peran menajdi istri atau suami.
Jadi jangan paksakan menikah dengan orang yg, kita tdk merasa cendrrung hati padanya. Tdk ada rasa tertarik memandangnya, tdk ada rasa berdebar untuk taat padanya, tdk ada rasa untuk melayani dan mengayominya.
Lelaki boleh memilih, wanita pun berhak menolak. Jangan hanya karena mengejar target menikah, membuat Anda terpaksa menikah seseorang yg tidak ada rasa sama sekali padanya.
- Asalamualaikum ustadzah .. Saya sedang berproses
hijrah dan dari dulu berteman dengan lk. Tp otak saya selalu menuju ke dia.
Padahal dia ada pacarnya.. Saya tdk mau mengganggu hidupnya dan ingin
fokus ke hijrah saya. Tp ada2 saja yg membuat kepikiran ttgnya Saya sudah
selalu mencoba menghindar Dari tdk bertemu dgn dia meskipun dimedia online.
Gimana cara saya agar ttp istiqomah dijalan yang Allah ridhoi dan
mengabaikannya. Saya takut ntar jatuh cinta sama dia Terimakasih
Answer :
FOKUS sama proses hijrahnya,
perluas silaturahmi. cari sahabat akhwat. Ikut organisasi agar lebih produktif
dan nggak mudah baper atau melamun. Persoalan di dunia ini bukan hanya tentang
jodoh dan nikah aja. Cari ilmu lain yg lbh bermanfaat juga, pny target hidup yg
jelas 💜😊
Semoga dipermudah proses hijrahnya
- Teh klo ikhwan misal
biasanya tegas tapi ga bs tegas sm ortu (nurut,suabarr dan ngalahh bgt)
itu berarti si ikhwan termasuk kategori tegas ga?
Answer :
Emang beberapa ikhwan yg kalau
dekat sama ortunya justru akan memuliakan mereka. dgn cara TAAT pd orangtuanya
- Nenek n kakek saya ingin melihat sy menikah tp
sampai umur 27 ini sy blm ada calon
atau ikhwan yg dekat, salahkah kalau saya mencoba berusaha dengan
menginstal aplikasi dating, minta bantuan teman untuk dicarikan pria yg
sdg cari istri, dan usaha lainnya yg bisa CEPAT menemukan calon suami. Tp
saya suka sedih, seakan sy menjadi barang murah yg menawarkan diri demi
melihat nenek kakek saya bahagia melihat sy menikah. Karna saya cucu
pertama dan anak pertama, jd sy tertekan. Saya bingung
Answer :
Saat kita menikah, yg perlu diikhtiarkan bukan hanya calonnya
aja yg baik, tapi prosesnya juga yang baik. Selama prosesnya baik, minta
dicarikan teman. sahabat, atau saudara sekalipun, kalau memang nanti ttep berproses diseleksi sesuai
kebuthan. nggak hanya asal terima, ya gak apa apa teh.
Yang penting jangan sampai merendahkan standar kualitas yg sudah kita miliki akan pasangan hidup, hanya untuk segera diterima untuk menikah.
Kalau di kelas Siap Nikah saya mengarahkan para member untuk memantaskan dirinya dgn cara yg sesuai, shingga di cap LAYAK oleh Allah untuk sgera menikah. Jodoh nya Allah yg hantarkan. Seringkali kita berkuat pada hal hal yg tidk kita dapat, namun mnim usaha untuk merayu yg Maha Memiliki segalanya.
Sy tunggu di member area kelas Online SIAPNIKAH Batch 2 ya teh, sama 250 orang lainnya yang suda daftar 😊🙏🏻💜
- Bagaimana tanda bahwa dia memang jodoh qt dan
bagaimana mengetahui kita/dia sudah siap menikah atau belum? Lalu kalau
semisal ortu qt setuju dg cerita qt tntang seorg ikhwan, tp hati kita
sendiri blm merasa kemistry gmn, Teh?
Answer :
Satu satunya tanda bahwa dia adalah Jodoh kita, adlah saat akad
nikah, ijab Qabul SAH 😊 lalu diikhtiarkan
setelahnya bagaimana bisa berjodoh dunia akhirat ( Tentang 4 tipe jodoh sy dan
suami bahas di kelas siap nikah ya teh, pastikan klik www.siapnikah.id 😊💜)
Yg tahu diri sudah siap menikah atau belum. ya diri sendiri 😊
Yg tahu dia sudah siap atau belum, ya konfirmasi ke orangnya langsung teh 😊
Jd saat memilih pasangan, pastikan kita sudah tahu kebutuhan diri kita sendiri
seperti apa. Bukan cm sekadar suka, cinta atau baper aja.
Tapi bagaimana kita memahami diri kita sendiri, sehingga akan
lebh mudah memilih sesuaikebutuhan. Ini di luar perkara anjuran rasululllah
memilih karena agama, paras, keturunan ataupun harta ya.
Di saat memilih selain td dibahas logika dab hati perlu seimbang, pastikan libatkan Allah di dalamnya juga, Allah yg pny hati setiap hambaNya biar Dia yg menuntun kita pada jalan terbaik menurutNya😊💜
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
3. Assalamu'alaikum, bagaimana dengan jodoh itu adalah cerminan diri? Sedangkan banyak orang sholeh/sholehah yang mendapatkn jodoh tidak sholeh/sholehah. Apakah yang harus dilakukan sang istri jika mendapatkan kondisi yang demikian? Langkah2 agar pasangan tersebut akhirnya menjadi jodoh dunia akhirat?
Jawaban :
naah, pertanyaannya: kok dulu bisa nikah? atas kehendak
sendiri atau dijodohkan? kalau dijodohkan, kenapa tidak menolak? kan boleh menolak ketika taaruf kalau sudah kejadian, apa yg bs dilakukan? ada hal yg bs
diperjuangkan
kenali. Bahwa akad nikah sesungguhnya adalah awal mula proses perkenalan. kenali apa yg disuka dan g disuka, kenali bahasa cintanya apa. Bahasa cinta disini teh maksudnya gini. Kan baik suami atau istri pasti mencintai pasangannnya semaksimal yg dibisa, namun apakah pasangannya merasa dicintai olehnya kaah? ini maksudnya bahasa cinta, bagaimana dia merasa dicintai
ke pria itu perlu ngajak diskusi. pria itu gbs 'dituduh'. maksud sy dituduh tuh gini, sy sering liat fesbuk y. klo sy bikin postingan yg sifatnya 'membela istri menuduh suami', pasti ada deh istri yg share sambil bilang gini 'Nih Yah (mentionsuami) baca'
Pertanyaan ke - 4
Kulwap
ini mengulas tentang buku best seller Jodoh Dunia Akhirat langsung bersama
penulisnya: Ikhsanun Kamil Pratama (Canun) & Foezi Citra Cuaca Elmart
(Fufu). Bedah buku ini berlangsung pada hari Selasa, 11 Juli jam 8 malam &
Jumat, 14 Juli 2017 (sesi istimewa bsama Teh Fufu khusus utk akhwat) di grup
watsap. Meskipun kita sudah belajar beribu-ribu materi tentang pra-Nikah yang
bisa dibilang sudah mbleneg alias eneg, namun ga ada salahnya juga terus
belajar. Sebab kita ga tahu ilmu yang mana yang cocok untuk kita terapkan di
kehidupan nanti. :D asal kau bahagia aja deh….
Tak kenal maka tak sayang, siapa itu Canun dan Fufu
Tentang Romantic Couple : Canun & Fufu
Itulah
julukan yang senantiasa disematkan kepada Canun & Fufu didasarkan karena
keunikan dan kekompakan dalam menulis buku dan mengisi seminar maupun
pelatihan, selalu berdua, selalu bersama. Materi yang selalu diisi berdua
membuat materi menjadi lebih lengkap, karena ditinjau dari sisi suami maupun
istri tanpa ada yang tersembunyi, serta senantiasa fokus pada IMPACT. Bagi
Canun & Fufu, keberhasilan suatu buku atau event bukan pada megahnya event
dan atau larisnya buku, Jnamun perubahan apa yang Anda terapkan dan rasakan di
kehidupan real pernikahan Anda. 😃
Sejak
tahun 2012, Canun & Fufu telah menyelami dan mendalami pernikahan, membantu
pernikahan dari yang baru menikah bahkan sampai 20 tahun ke atas pernikahan,
mengisi berbagai macam pelatihan pranikah (persiapan pernikahan) dan pelatihan
suami istri di puluhan kota di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Lampung,
Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Riau, Padang, Semarang, Bengkulu, Surabaya,
Cilegon, dan lainnya, serta di beberapa instansi, seperti Tupperware, Shafira,
Samsung, Friso, Rabbani, PLN, Astra Graphia, Astra Honda Motor, PKPU, dan
lainnya.
Canun
& Fufu pernah diundang menjadi narasumber di beberapa media seperti MQ TV
dan TVRI, serta menjadi pengasuh program mingguan di Radio Thomson Bandung 99.6
FM dalam acara 'SaMaRa'.
Skip
Kulwap dimulai, Canun memperkenalkan diri
hhehe,
mohon izin memperkenalkan diri dulu ya sahabatku sekalian, perkenalkan. Nama saya
Ikhsanun Kamil Pratama, biasa dipanggil Canun, karna dari Bandung, jd
panggilnya kang Canun. sahabat2 boleh panggil saya jg seperti demikian
aktivitas
saya 5 tahun terakhir ini sebagai konsultan pernikahan, saya juga menulis
buku-buku pranikah dan pernikahan bersama istri saya, ada Jodoh Dunia Akhirat yang
masuk cetakan 15 dan sudah dibuat lagunya oleh kang Abay dgn judul yang 'Jodoh
Dunia Akhirat', bisa diputar dengan search youtube atau soundcloud 'jodoh dunia
akhirat' dan juga kami menulis buku pernikahan berjudul 'Rumah Tangga Surga',
yang seminggu cetak, masuk National BestSeller.
selama
5 tahun menjalani profesi ini, akhirnya saya mendapatkan formula bagaimana cara
kita mendapatkan pasangan yang mengerti diri kita seutuhnya. Nah, apakah malam
ini kita share yang ini? Siapa aja yg mau? Silahkan cuuung
ternyata
sahabatku, saya baru ngeuh slama 5 tahun ini, cara untuk mendapatkan pasangan
yang mengerti diri kita seutuhnya, caranya adalah
..
.
menikah dengan diri sendiri. Hhehe
loh, kok bisa?
sahabatku,
tolong bayangkan, antara Anda dan pasangan, isi kepala sama apa beda? pola
pikir? tingkah laku? dua org yg berbeda
satu sama lain bertemu dalam satu wadah yg sama, potensi konfliknya tinggi apa
tinggi sekali? daan terlebih, sebutlah ada org yg sudah menikah slama 25 tahun
sekalipun, apa isi kepalanya jadi sama? kan tentu saja tidak kan?
karena
itu, sesungguhnya, pernikahan harmonis bukanlah pernikahan yg tiada konflik sm
sekali, namun pernikahan harmonis adalah pernikaha yg ada konflik namun
keduanya mampu me-manage perbedaan yang ada antara kedauanya 😊😊
nah
the problem is ….sudahkah kita mengetahui bagaimana cara me-manage perbedaan
tersebut? apa sudah dipelajari dari SD, SMP, SMA atau kuliah? pelajaran jd
suami/istri/ayah/ibu yg baik? karena masing2 suami istri berbeda pengetahuan
dan perbedaan bagaimana me-manage perbedaan antara keduanya, makaa saya melihat bahwa jodoh bisa dibagi menjadi
4 tipe. Naah apa sajakah itu?
Sebelumnya saya mau samakan persepsi bahwa jodoh adalah orang yang dinikahi
yaa. Hhehe
- Yang pertama, jodoh di dunia saja. Yang tipe 1 ini maksudnya, mereka yang menikah, menjalani pernikahan, namun berakhir dengan perceraian. Rentangnya bisa macam-macam, ada yang 20 tahun, 10, 5 1 tahun, 6 bulan, bahkan seminggu pun sempet kami jumpai. Mengenai tipe 1 ini, bahkan Dirjen Bimas Islam dari Kemenag RI tahun 2015 pun menyebutkan bahwa angka perceraian di Indonesia itu adalah 1 dari 5 pernikahan. Siapa yang menyangka bahwa ketika sedang menerima tamu, 20% kemungkinan dirinya mengalami perceraian? Tentu saja tidak ada yang mau tipe 1 ini kan ya?
- Yang kedua, berjodoh di dunia sampai maut
memisahkan, namun di akhirat tidak dikumpulkan. Kenapa bisa begini, karena
ceritanya begini. Kan 1 dari 5 pernikahan berakhir perceraian, apakah 4
sisanya bisa dipastikan harmonis? Berapa banyak kira2 kita melihat atau
mendengar tentang valakor, misalnya? Di grup kemaren aja ada yang sampai
doa, 'aku berlindung dari valakor yang terkutuk'. atau konflik sampai
berujung KDRT? Atau mungkin terlihat tidak ada konflik, terlihat harmonis,
namun ternyata dalam hatinya saling memendam kekesalan, sehingga meski
mungkin tinggal serumah dan tidur sekamar, namun tidak dirasakan sehati….
Maukah tipe 2 seperti ini? Tentu saja tidak…Dan setelah ditelaah, tipe satu dan tipe 2 ini seringkali terjadi kepada suami istri yang tidak tahu bagaimana me-manage perbedaan yang ada. 2 tipe ini adalah mereka yang hanya menyiapkan make up untuk resepsi yang gak tahan sampe 24 jam tapi dibela-belain meski berbiaya sampai 2 juta, namun untuk siapkan ilmunya secara sengaja, kelupaan niih disini. Pendek kata, tipe 1 dan 2 seringkali terjadi pada mereka yang berjuang menyiapkan resepsi yang hanya satu hari sampai ratusan juta, namun menyiapkan kehidupan pernikahannya dengan berinvestasi ilmu, misal di siapnikah.id yang itu pun gak nyampe 600rb untuk 3 bulan, terlupa…
Soo, untuk menghindari 2 tipe ini, prepare not only your wedding, but your marriage also yaa, hhehe
- Lanjut lagi, ada tipe 3. Tipe 3 ini adalah mereka
yang menikah dan mampu me-manage perbedaan yang ada sehingga mereka kompak
dan harmonis di dunia, ketika maut memisahkan, maka di akhirat mereka
dikumpulkan bersama, namun dikumpulkannya di Neraka :(. Loh kok saya bisa tau? Karena sudah
terprasastikan di Al-Quran namanya, Abu Lahab dan Ummu Jamil. Abu Lahab,
menurut Buya Hamka di Tafsir Al-Azhar adalah orang yang sangat tampan,
bahkan pesona ketampanannya membara (Lahab), sedang istrinya dijuluki Ibu
Kecantikan (Jamil), jadi mereka sejoli yang luar biasa secara fisik. Namun
mereka kompak membully Rasulullah, menebar duri di jalan yang biasa
dilewati, dan masih banyak lainnya. Semoga, kita gak masuk tipe 3 ini ya
sahabatku…
- Karena pasti yang kita harapkan adalah tipe 4 kan
ya? Jodoh Dunia Akhirat, Jodoh di dunia, di akhiratnya dikumpulkan di
Jannah. Tipe 4 ini, honestly adalah yang paling rumit, karena kalo mudah
mah hadiahnya piring cantik kan ya? Hehe. Tipe 4 ini paling rumit, karena
wajar, hadiahnya Jannah. Ia perlu ilmu dalam menjalaninya, perlu
keistiqamahan dalam ketaatan, punya kelapangan hati untuk dikoreksi, serta
keberanian untuk mengkoreksi pasangan….
Sudah siap sahabatku, untuk menjemput jodoh dunia akhirat tipe 4 ini?
Itu tadi muqoddimah dari Canun. Lanjut ke sesi Tanya Jawab :
- Ketika ada seorang ikhwan yang punya ketertarikan
dengan seorang akhwat namun untuk saat ini ikhwan tersebut belumm siap
menikah karena harus mnyelesaikan studinya, akhwatny pun punya
kecendrungan hati dengan ikhwan tersebut.. Namun sang ikhwan memberikan
keleluasaan waktu jika memang ada ikhwan lain yang meng khitbah akhwat
tsb.. Bagaimana sikap akhwat tsb, menghadapi kondisi tersebut? Namun
ketika ada ikhwan lain yang mencoba ta'aruf dengan akhwat tersebut, sosok
ikhwan yang pertama tadi sering muncul sehingga akhwat tersebut terkadang
sulit membuka diri untukk mnerima yg lain...
- Apa perlu mengetahui Inner Child calon
pasangan (jika saat ta'aruf) kita? Gimana cara mengetahuinya
Jawaban :
Apakah
hayati gak lelah digantung tanpa kepastian gitu? padahal ikhwannya udah
menyatakan ketidaksanggupannya? tapi kalo mau menanti juga silakan aja siih.
Kata istri saya “Hanya akhwat yg teguh pegang prinsip, yang layak dapatkan
suami berjiwa leadership”
okee
yang kedua. Apa perlu mengetahui inner child calon saat taaruf? tidak
wajib. namun akan keluar saat menjalani pernikahan. utk sahabat2 yg blm tau apa
itu inner child , sederhananya, dia adalah 'jiwa anak kecil' yang ada dalam
setiap orang, dan ini normal. Dengan adanya Inner Child, kita bisa bertingkah
laku sperti anak kecil. bisa maen gitu. Dunia gak garing
Namun
ada juga yang perlu diperhatikan, ketika masa kecil kita misal, sering melihat
kedua orangtua berantem, naah inner child kita akan merasa 'takut untuk
menikah'. Maka, kalau ada yang sedang berproses menikah, namun gagal lagi gagal
lagi, dan kegagalannya berulang dan berpola, seringkali ada problem sama 'inner
child', dan cara menyeleaikan inner child ini, prosesnya saya namakan
Cleansing. ini step awal yg penting untuk menjemput JDA. hhehe
Cleansing apa kang?
Proses menyelesaikan hal2 yg menghambat utk menikah, seringkali gak kita sadari. Misal, ada akhwat yang punya pikiran dalam
kepalanya, 'semua pria itu breng***',
maka sesholeh-sholeh pria yang datang,
pasti dirinya yang tanpa sadar menolaknya Atau Ada orang yang dulu nakal
banget dan sekarang hijrah, dia punya mindset,
'saya tuh ga layak buat siapapun', naah yg gini yg bikin susah
nikah
Apakah yg dimaksud kegagalan tersebut termasuk ketidaksiapan
diri menghadapi pernikahan ya? Maaf saya bertanya.
Cleansing adalah proses mensucikan jiwa kita dari hal2
sperti itu. Kegagalan yang saya maksud disini lebih ketika sedang berproses mau
menikah namun lagi2 ga jadi...
Lanjut pertanyaan ke 3
3. Assalamu'alaikum, bagaimana dengan jodoh itu adalah cerminan diri? Sedangkan banyak orang sholeh/sholehah yang mendapatkn jodoh tidak sholeh/sholehah. Apakah yang harus dilakukan sang istri jika mendapatkan kondisi yang demikian? Langkah2 agar pasangan tersebut akhirnya menjadi jodoh dunia akhirat?
Jawaban :
Jadi
misal, ada ikhwan yang taaruf sampai 30x dan gagal terus (ini saya temui
sendiri), boleh jadi, ada suara2 seperti yang saya sebutkan, ada rasa takut
menjalani pernikahan, ada rasa ga pantes untuk siapapun, ada rasa semua wanita
itu cerewet, dlll...
Jadi
ini yang perlu dicek. Jelasnya stepnya akan dipelajari detil di siapnikah.id
yaa pembahasannya tentang inner child
& cleansing cukup panjang. Kalau di sini sepertinya tidak cukup waktunya 😅😂
Terkadang
begini, konsep jodoh adalah cerminan diri bisa diibaratkan sperti nilai rata2
misal ada tiga mata pelajaran, matematika, b. indonesia, b.inggris. yg dimaksud
cermin, biaanya nilai rata2nya sama, namun secara detil nilainya beda bisa
saja, matematika unggul namun b.inggris jeblok, pasangannya bs saja bertolak
belakang. namun secara rata2 sama.
kenali. Bahwa akad nikah sesungguhnya adalah awal mula proses perkenalan. kenali apa yg disuka dan g disuka, kenali bahasa cintanya apa. Bahasa cinta disini teh maksudnya gini. Kan baik suami atau istri pasti mencintai pasangannnya semaksimal yg dibisa, namun apakah pasangannya merasa dicintai olehnya kaah? ini maksudnya bahasa cinta, bagaimana dia merasa dicintai
ke pria itu perlu ngajak diskusi. pria itu gbs 'dituduh'. maksud sy dituduh tuh gini, sy sering liat fesbuk y. klo sy bikin postingan yg sifatnya 'membela istri menuduh suami', pasti ada deh istri yg share sambil bilang gini 'Nih Yah (mentionsuami) baca'
Pertanyaan ke - 4
4. Jika ada seorang istri yg kuat pendirian meminta suami cerai dengan alasan sdh tdk cocok lagi (bukan alasan syar'i). Bagaimana seharusnya suami bersikapNote : sblmnya suami tsb sudah menasehati istrinya dan meminta solusi kpd kedua ortunya & mertuanya
Jawaban :
Klo istri saya minta cerai dan kondisiny udh dinasehati dulu, ya saya sih ceraikan aja....Sekali lagi, ini jika sudah masehati baik2 loh yaa. Dan cara nasehati istri itu tuh uniiik.... Maksudny unik tuh gini. Memang betul, klo kita sayang, kita menasehati krn rasa cinta kan ya? Namuuun,, yg jd titik tekannya adalah emamg kita merasa dicintai klo kita dinasehati terus2an sm pasangan atau ortu kita dulu?
Jangan2, pasangan betul2 ingin pisah karena capeeek, bertahun-tahun cuma ingin didengerin, tapi dapetnya nasihat lagi, nasihat lagi, nasihat lagii Overdosis nasihar itu bikin muak semua orang Klo istri minta cerai, cb introspeksi, slama ini cara ngasih nasihatnya gimana? Sudah sesuai blm dengan kaidah yg nyaman bagi istri kita? Udh seringkah kita dengarkan segala keluh kesahnya tanpa dipotong dgn nasihat atau bantahan? Kalau udah sering, tp istri minta cerai, maka sy akan ceraikan betulan....
Parameter sering itu segimana banyak?Boleh simak ada hadis yg bilang bahwa Nabi Muhammad bersabar mentoleransi kesalahan asisten rumah tangga sebanyak 70x sehariii. Ini standar pembantu yaa Klo istri? Hhehe
ini hny salah satu contoh yg td saya bilang, byk suami yg merasa sudah melakkan yg terbaik, versi dirinya sendiri. begitu pula dengan istri tp ternyata, ia blm terlalu pandai me-manage perbedaan yang ada antara suami dan istri. ini kenapa, penting sekali terampil me-manage perbedaan tersebut. Berarti penting bagi kita (suami/istri) utk punya keahlian memanage perbedaan pasangan.
5. Jika ketika berproses, dihadapi dengan tipe ikhwan yang kurang terbuka dan kurang inisiatif dlm berdiskusi. Sedangkan hal-hal prinsipal dalam RT harus dibicarakan spt hak dan kewajiban suami istri, termasuk konflik yang kemungkinan akan terjadi spt (maaf) konflik antara istri dan ibu mertua yang kasusnya banyak terdengar diluar sana.
Pertanyaannya, apakah salah jika hal-hal seperti itu dibicarakan selama proses?
Jawaban :
Ga salah kok. Hhehe. Malah hal itu perlu diluruskan. Intinya taaruf kan untuk diskusi kan? Klo memang hasilnya kurag memuaskan, ta’aruf pun boleh kok hasilnya tidak dilanjut ke akad. Klo memang hasilnya krg memuaskan, ta’aruf pun boleh kok hasilnya tidak dilanjut ke akad.
6. Saya mnemukn bbrp ikhwan yg merasa dirinya tdk pantas utk saya krn dirasa trlalu tinggi (ilmunya, pkerjaannya, hflannya) pdhl saya mempersiapkan smw itu utk mnjd seorang madrasah pertama bagi anknya. Bukan utk menyaingi suami. Apa yg hrus saya lakukan? Menghentikan aktifitas saya smwnya? Kan tdk mungkin ya. Trimakasih...
Jawaban :lanjutkan aja Mbaak. karena hny ikhwan berkelas yg siap dapetin Mbak. karena jodoh istimewa, maka jalan mencarinya pun istimewa, boleh jadi perlu ketemu org2 yg salah dl sebelum ketemu ia yg istimewa.
7. Bagaimana tips mengikhlaskan diri ketika gagal dalam berta'aruf maupun memberanikan diri utk bertaaruf?
Answer :
untuk yang gagal taaruf yaa. jadi diikhlaskan. sakit sih memang, tapi berapa lama sih sakitnya? terima dl rasanya, disyukuri kejadiannya, maafkan orangnya, lepaskan emosinya. kalau memberanikan diri utk taaruf, berani itu justru ketika kita takut, dan kita terus melangkah klo g takut mah itu kan bkn keberanian, da emang biasa ajaa cm klo mau memebranikan diri, melangkahlah. Yg paling penting, siapkan hati Siapkan mental Pastinya Perlu waktu kan ya. Siapkan hati, bahwa menikah berarti bertambah peean. Bertambah kewajiban, bertambah pula hal yg akan dipertanggungjawabkan kelak.
Penutup dr sy y sahabatku sekalian 😊
Yang pasti sahabatku, Sy
mau bilang kalau JDA tipe 4 ini g jatuh gt aja dari langit, karena yg jatub dari langit itu mah Mr Bean😄 Namun JDA ini perlu dibentuk, dengan perjuangan, cinta,
ketulusan, serta pengabdian penuh
hanya padaNya 😊😊🙏 Selamay membentuk JDA tipe 4 Anda, dan sampai berjumpa di member area
siapnikah.id yaa 🙏🙏 Izin
pamit undur diri, Wassalamu'alaikuum Wr
Wb
Seorang anak perempuan yatim diasuh oleh Abud Darda’ ‘Uwaimir Al-Anshari . Hujaimah bintu Huyai Al-Washshabiyah rahimahallah namanya, berasal dari Washshab, salah satu kabilah di Himyar.
Selama dalam asuhan Abud Darda’, Hujaimah kecil biasa diajak oleh Abud Darda’ menghadiri shalat berjamaah di tengah shaf laki-laki dengan mengenakan burnus, sejenis pakaian yang mempunyai penutup kepala, dan duduk bersamanya di halaqah-halaqah para pembaca Al-Qur’an untuk mempelajari Al-Qur’an. Ketika mulai beranjak besar, Abud Darda’ menyuruh Hujaimah untuk bergabung dengan shaf para wanita.
Tumbuh dalam asuhan seorang sahabat yang mulia, dengan keutamaan Allah, Hujaimah menjadi seorang wanita yang berilmu. Kemudian Abud Darda’ meminang Hujaimah kepada keluarganya kemudian menikahinya. Beralihlah nama Hujaimah dengan nama Ummud Darda’ Ash-Shughra.(1)
Dalam perjalanannya menempuh rumah tangga bersama Ummud Darda’ Ash-Shughra rahimahallah, Abud Darda’ pernah berpesan, “Bila kau marah, aku membuatmu ridha kembali. Karena itu, bila aku marah buatlah aku ridha. Kalau tidak demikian, betapa cepatnya kita akan berpisah.”
Ummud Darda’ semakin banyak mengambil ilmu dari suaminya. Selain dari Abud Darda’, Ummud Darda’ Ash-Shughra juga mengambil riwayat dari Fadhalah bin ‘Ubaid Al-Anshari, Salman Al-Farisi, Ka’b bin ‘Ashim Al-Asy’ari, Ummul Mukminin ‘Aisyah, Abu Hurairah, serta para sahabat yang lain.
Menjelang Abud Darda’ wafat, Ummud Darda’ pernah mengatakan kepadanya, “Dulu kau pinang diriku pada keluargaku di dunia, lalu mereka menikahkanku denganmu. Sekarang kupinang engkau kepada dirimu untuk nanti di akhirat.”
“Kalau begitu, jangan engkau menikah lagi sepeninggalku,”ujar Abud Darda’.
Ummud Darda’ benar-benar memenuhi permintaan Abud Darda’. Setelah meninggalnya Abud Darda’, Mu’awiyah bin Abi Sufyan datang menyampaikan pinangan. Saat itu Ummud Darda’ masih muda dan dikenal kecantikannya. Ummud Darda’ menolak. “Tidak” katanya, “Aku tidak akan menikah lagi dengan seorang pun di dunia sampai aku menikah dengan Abud Darda’ di dalam surga, insya Allah.”
“Kalau demikian, hendaknya engkau memperbanyak puasa,”kata Mu’awiyah.
Ummud Darda’ rahimahallah dikenal dengan ilmu, amal, dan zuhudnya. Sekian banyak orang yang mengambil ilmu dan riwayat darinya. Banyak pujian yang menunjukkan kemuliaannya sebagai seorang faqih. Banyak pula nasihat yang dia tinggalkan.
‘Abdur Rabbih bin Sulaiman bin ‘Umair bin Zaitunmengatakan, “Ummud Darda’ pernah menuliskan untukku di lembaran catatanku tentang hikmah yang diajarkannya kepadaku, ‘Pelajarilah hikmah semasa mudamu, niscaya nanti akan kau amalkan di masa tuamu, karena setiap orang yang menanam pasti kelak akan menuai hasilnya, baik berupa kebaikan ataupun kejelekan’.”
Utsman bin Hayyan, maula Ummud Darda’ mengisahkan: Aku pernah mendengar Ummud Darda’ mengatakan, “Bagaimana kiranya keadaan salah seorang di antara kalian yang mengatakan: ‘Ya Allah, berilah aku rezeki’, sementara dia tahu bahwa Allah SWT tidaklah menurunkan hujan dinar ataupun dirham dari langit. Namun Allah berikan rezeki sebagian dari sebagian yang lain. Karena itu, barangsiapa yang diberi, hendaknya menerima pemberian itu. Barangsiapa berkecukupan, hendaknya memberi saudaranya yang memiliki kebutuhan. Dan jika dia fakir, hendaknya meminta tolong kepadanya untuk memenuhi kebutuhannya, dan janganlah dia menolak rezeki yang telah Allah berikan kepadanya’.”
Ummud Darda’ rahimahallah pernah pula memberikan nasihat,“Sungguh berzikir kepada Allah itu adalah perkara yang paling besar. Kalau engkau shalat, maka itu termasuk zikrullah. Kalau engkau puasa, maka itu juga termasuk zikrullah. Segala kebaikan yang kaulakukan, itu pun termasuk zikrullah. Setiap kejelekan yang kaujauhi, maka itu termasuk zikrullah. Dan yang paling utama adalah bertasbih kepada Allah.”
‘Utsman bin Hayyan menceritakan pula, “Kami pernah makan bersama Ummud Darda’, lalu kami lupa memuji Allah. Ummud Darda’ pun mengatakan, ‘Nak, jangan kalian lupa membumbui makanan kalian dengan zikrullah. Makan disertai memuji Allah SWT itu lebih baik daripada makan sambil diam saja .”
Ummud Darda’ rahimahallah sempat menunaikan ibadah haji pada tahun 81 H. Ummud Darda’ Ash-Shughra rahimahallah, sebuah permisalan kehidupan seorang wanita yang sarat dengan kebaikan. Semoga Allah meridhainya…
Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)
Sumber :
Siyar A’lamin Nubala’, Al-Imam Adz-Dzahabi (4/277-279)
Tahdzibul Kamal, Al-Imam Al-Mizzi (35/352-358)
1) Ummud Darda’ Ash-Shughra seorang tabi’iyah. Sebelum menikah dengan Ummud Darda’ Ash-Shughra, Abud Darda’ pernah menikah dengan Khairah bintu Abi Hadrad . Ummud Darda’ Al-Kubra ini seorang shahabiyah. Dia bertemu dengan Rasulullah. Dialah yang memiliki kisah yang termuat dalam Shahih Al-Bukhari no.1968. Dalam hadits itu dikisahkan bahwa Salman Al-Farisi yang dipersaudarakan dengan Abud Darda’ oleh Nabi melihat Ummud Darda’ berpakaian lusuh dan usang. Ummud Darda’ pun mengatakan bahwa Abud Darda’ tidak membutuhkan dunia. Maka Salman pun mengajarkan pada Abud Darda’ untuk menunaikan hak setiap yang memiliki hak, dan hal ini dibenarkan oleh Nabi.
-Aisyah M Yusuf-
https://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/ummu-darda-ash-shughra-kupinang-engkau-nanti-di-akhirat.htm#.WE7il1UrLDc
https://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/ummu-darda-ash-shughra-kupinang-engkau-nanti-di-akhirat.htm#.WE7il1UrLDc
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
Kekuatan Hati
Ustadz. Syatori Abdurrauf
Tahukah kita? Kita tidak hanya sekedar membutuhkan tubuh yang kuat tapi kita juga membutuhkan hati yang kuat. Bahkan kalau kita mau membandingkan antara keduanya, sesungguhnyalah kita lebih membutuhkan kekuatan hati daripada kekuatan tubuh.
Kita butuh pada kekuatan tubuh, tapi kita lebih butuh pada kekuatan hati. Mengapa? Banyak orang yang bisa lari 7km, 8 km, 10 km bahkan bisa lari lebih dari itu. Itu menunjukkan dia adalah orang yang memiliki tubuh yang kuat. Tapi apa yang terjadi pada saat mendengar Adzan, berat nian rasanya kaki ini untuk melangkah ke Masjid. Padahal jarak ke Masjidnya hanya 50 m. Mengapa begitu berat berjalan ke Masjid? Karena untuk ke Masjid yang dibutuhkan tidak hanya kekuatan tubuh tapi juga kekuatan hati.
Banyak orang yang sebenarnya secara fisik, secara badan dia lemah. Tapi karena memiliki hati yang kuat, tetap dia berangkat ke masjid untuk memenuhi panggilan Adzan, memenuhi panggilan Allah untuk Sholat di Masjid. Hal yang sama tidak jarang kita jumpai, ada orang yang dia bisa mengangkat beban 1 sak semen bahkan 2 sak semen, dia bisa mengangkat 50 bahkan sampai 1 kuwintal barang. itu juga menunjukkan bahwa dia adalah orang yang memiliki tubuh yang kuat.
Namun apa yang terjadi pada saat tidur kemudian mendengar Adzan Shubuh rasanya begitu berat mengangkat kelopak mata. Padahal berapa sebenarnya berat kelopak mata? Kenapa terasa berat? Karena untuk mengangkat kelopak mata yang dibutuhkan oleh kita adalah kekuatan hati.
Begitu besarnya peran dari kekuatan hati. Ialah yang kelak akan menentukan baik buruknya seseorang. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Solallallahu alaihi wasallam.
Di dalam diri kita ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik maka baik lah kita, baiklah perilaku kita baik pula kata-kata kita. Jika segumpal daging itu buruk, buruk pula perilaku kita, buruk pula kata-kata kita. Dan ingatlah segumpal daging itu adalah hati (qolbu).
Tahukah kita, sumber kekuatan hati sudah Allah karuniakan pada kita. yaitu KESUSAHAN.
Kesusahan itu adalah obat penguat hati, sehingga siapapun orangnya yang mau menerima kesusahan hidup Insyaallah dia akan memiliki hati yang kuat. Sudah banyak buktinya, orang-orang yang tidak mau menerima kesusahan hidup, yang inginnya senang, yang inginnya dimanja itu cenderung memiliki hati yang lemah. Hati yang tidak tahan, hati yang tidak kuat. Tidak demikian halnya orang-orang yang mau ditempa oleh kesusahan, dia memiliki hati yang kuat.
Kita sangat membutuhkan yang namanya kesusahan dalam hidup. karena hidup tidak pernah terlepas dari susah dan senang. Tidak mungkin orang hidup akan selamanya senang begitupun sebaliknya. Dengan dihadirkanya susah dah senang kita punya kesempatan untuk memiliki hati yang kuat.
Mungkinkah kita bisa menerima dengan lapang? Karena hidup ini tidak terlepas dari yang namanya susah dan senang maka akan berlakulah hukum, ketika orang sedang senang itu tandanya mau susah. Dan kalau orang sedang susah tandanya mau senang. Jika kita ditanya mau senang atau susah? Tentu jawabnya mau senang, nah kalau kita inginnnya senang bukankan berarti keadaan kita saat ini adalah SUSAH. Karena hanya dalam keadaan susah, hidup kita akan senang.
“Saya bahagia ketika senang datang menyapa. Tapi saya lebih bahagia saat susah datang bersua.”
Kesusahan itu dihadirkan oleh Allah agar kita memiliki hati yang kuat. Ya Allah kuatkan hati ini, dengan Engkau berikan kekuatan kepada kami . lapang menerima apapun kesusahan hidup, dan jadikan kesusahan hidup yang engkau karuniakan kepada kami. Kami terima dengan lapang yang membuat hati kami dikuatkan oleh Mu. Aamiin Yaa Robbal’alamiin.
Kekuatan Hati
Ustadz. Syatori Abdurrauf
Tahukah kita? Kita tidak hanya sekedar membutuhkan tubuh yang kuat tapi kita juga membutuhkan hati yang kuat. Bahkan kalau kita mau membandingkan antara keduanya, sesungguhnyalah kita lebih membutuhkan kekuatan hati daripada kekuatan tubuh.
Kita butuh pada kekuatan tubuh, tapi kita lebih butuh pada kekuatan hati. Mengapa? Banyak orang yang bisa lari 7km, 8 km, 10 km bahkan bisa lari lebih dari itu. Itu menunjukkan dia adalah orang yang memiliki tubuh yang kuat. Tapi apa yang terjadi pada saat mendengar Adzan, berat nian rasanya kaki ini untuk melangkah ke Masjid. Padahal jarak ke Masjidnya hanya 50 m. Mengapa begitu berat berjalan ke Masjid? Karena untuk ke Masjid yang dibutuhkan tidak hanya kekuatan tubuh tapi juga kekuatan hati.
Banyak orang yang sebenarnya secara fisik, secara badan dia lemah. Tapi karena memiliki hati yang kuat, tetap dia berangkat ke masjid untuk memenuhi panggilan Adzan, memenuhi panggilan Allah untuk Sholat di Masjid. Hal yang sama tidak jarang kita jumpai, ada orang yang dia bisa mengangkat beban 1 sak semen bahkan 2 sak semen, dia bisa mengangkat 50 bahkan sampai 1 kuwintal barang. itu juga menunjukkan bahwa dia adalah orang yang memiliki tubuh yang kuat.
Namun apa yang terjadi pada saat tidur kemudian mendengar Adzan Shubuh rasanya begitu berat mengangkat kelopak mata. Padahal berapa sebenarnya berat kelopak mata? Kenapa terasa berat? Karena untuk mengangkat kelopak mata yang dibutuhkan oleh kita adalah kekuatan hati.
Begitu besarnya peran dari kekuatan hati. Ialah yang kelak akan menentukan baik buruknya seseorang. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Solallallahu alaihi wasallam.
Di dalam diri kita ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik maka baik lah kita, baiklah perilaku kita baik pula kata-kata kita. Jika segumpal daging itu buruk, buruk pula perilaku kita, buruk pula kata-kata kita. Dan ingatlah segumpal daging itu adalah hati (qolbu).
Tahukah kita, sumber kekuatan hati sudah Allah karuniakan pada kita. yaitu KESUSAHAN.
Kesusahan itu adalah obat penguat hati, sehingga siapapun orangnya yang mau menerima kesusahan hidup Insyaallah dia akan memiliki hati yang kuat. Sudah banyak buktinya, orang-orang yang tidak mau menerima kesusahan hidup, yang inginnya senang, yang inginnya dimanja itu cenderung memiliki hati yang lemah. Hati yang tidak tahan, hati yang tidak kuat. Tidak demikian halnya orang-orang yang mau ditempa oleh kesusahan, dia memiliki hati yang kuat.
Kita sangat membutuhkan yang namanya kesusahan dalam hidup. karena hidup tidak pernah terlepas dari susah dan senang. Tidak mungkin orang hidup akan selamanya senang begitupun sebaliknya. Dengan dihadirkanya susah dah senang kita punya kesempatan untuk memiliki hati yang kuat.
Mungkinkah kita bisa menerima dengan lapang? Karena hidup ini tidak terlepas dari yang namanya susah dan senang maka akan berlakulah hukum, ketika orang sedang senang itu tandanya mau susah. Dan kalau orang sedang susah tandanya mau senang. Jika kita ditanya mau senang atau susah? Tentu jawabnya mau senang, nah kalau kita inginnnya senang bukankan berarti keadaan kita saat ini adalah SUSAH. Karena hanya dalam keadaan susah, hidup kita akan senang.
“Saya bahagia ketika senang datang menyapa. Tapi saya lebih bahagia saat susah datang bersua.”
Kesusahan itu dihadirkan oleh Allah agar kita memiliki hati yang kuat. Ya Allah kuatkan hati ini, dengan Engkau berikan kekuatan kepada kami . lapang menerima apapun kesusahan hidup, dan jadikan kesusahan hidup yang engkau karuniakan kepada kami. Kami terima dengan lapang yang membuat hati kami dikuatkan oleh Mu. Aamiin Yaa Robbal’alamiin.
ا ظفح امب بٌغلل تاظفاح تاتناق تاحلاصلاف
“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” Wanita seperti apa yang layak mendampingi hidup suami, di mana kelak mereka akan menjadi rahim peradaban. Surat An Nisa’: 34 di atas menjelaskan dengan singkat tetapi sangat jelas. Wanita yang seperti inilah yang harus dicari oleh para laki-laki. Agar anak-anak kelak mendapatkan ibu yang istimewa. Mengingat pentingnya peran wanita dalam rumah tangganya dan sangat sentral bagi anak-anaknya.
Maka kriteria wanita ini harus diperhatikan oleh para wanita, para laki-laki yang sedang mencari labuhan hati, bagi keluarga yang ingin membuat bata-bata peradaban dan bagi para orangtua yang sedang menentukan calon menantunya.
Berikut ini kriteria detail dalam penjelasan kitab-kitab tafsir untuk ayat di atas:
1. Sholehah
Kata ini sering kita dengar. Tetapi dalam ayat ini, Allah mendefinisikan kata sholehah bagi seorang wanita. Yaitu: Qonitat dan Hafidzot lil Ghoib Jadi, kesholehan adalah kriteria utama yang wajib ada pada wanita calon istri dan ibu. Itu artinya, upaya seorang wanita untuk terus memperbaiki diri hingga layak disebut sholehah harus terus ditingkatkan dan didukung oleh suami.
“Ketahuilah bahwa wanita tidak disebut sholehah kecuali jika taat pada suaminya. Karena Allah berfirman: تاتناق تاحلاصلاف. Alif Lam dalam kata bentuk jama’ (banyak) berfungsi istighroq (mencakup semua), ini menunjukkan bahwa setiap wanita akan menjadi sholehah dengan syarat harus taat.”
2. Qonitah
Artinya adalah wanita yang taat. Ibnu Abbas dan yang lainnya berkata: Yaitu taat kepada suami. (Tafsir Ibnu Katsir).
Di dalam Tafsir Fathul Qodir, ditambahkan: Yaitu yang taat kepada Allah, menjalankan hak-hak Allah dan hak-hak suami.
Sementara Al Biqo’i dalam Nadzmud Duror, memperjelas: Ikhlas dalam taat kepada
suami.
Dari tiga ulama tafsir tersebut, bisa kita gabungkan. Bahwa kata Qonitah berarti: Seorang wanita yang taat kepada Allah dan suaminya dengan hati yang ikhlas. Istri yang baik adalah yang memulai semuanya dengan ketaatannya kepada Allah. Melaksanakan dengan sebaik mungkin kewajibannya terhadap Sang Pencipta. Wanita yang paham akan hak-hak Allah dan melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Wanita yang teguh imannya, baik ibadahnya, mulia akhlaknya dan indah muamalahnya.
Jika telah terlaksanakan dengan baik hal tersebut, sudah otomatis dia akan memahami hak-hak sang suami. Ketaatan adalah modal utama keutuhan rumah tangga. Ya, ketaatan istri adalah kebahagiaan suami dan istri. Seorang suami jelas lebih bersyukur disuguhi ketaatan istri daripada ‘prestasi’ istri di luar rumahnya. Dan seorang istri akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa saat mampu menjadi istri yang taat kepada suaminya.
Dan berhati-hatilah dengan berbagai ajaran, isu yang dihembuskan agar para wanita memberontak dan jangan mau dijadikan masyarakat nomer dua. Hembusan yang datang dari budaya barat yang tidak beriman itu, jika diserap akan menghasilkan rumah tangga yang berantakan seperti rumah tangga mereka.
Ketaatan terhadap perintah Allah dan terhadap suami harus dilaksanakan dengan hati yang ikhlas. Keikhlasanlah yang akan mendatangkan pahala. Keikhlasanlah yang akan membuat seluruh aktifitas ketaatan yang melelahkan itu terasa ringan dan bisa dinikmati. Keikhlasanlah yang bisa menembus hati suami sehingga semakin terikat kuat hubungan keduanya dan menjadi istri yang tak tergantikan di hati suami.
Asahlah terus ketaatan dengan ikhlas. Dan lihatlah power cahayanya bagi rumah tangga.
3. Hafidzhoh lil Ghoib
As Suddi dan yang lainnya berkata: Yaitu menjaga suaminya dalam dirinya saat sedang tidak ada, demikian juga menjaga hartanya. (Tafsir Ibnu Katsir) Al Biqo’i menambahkan: Yaitu menjaga hak-hak suami berupa jiwa, rumah, harta pada saat suami tidak sedang bersama istri. (Nadzmud Duror) Berarti, istri istimewa cirinya adalah: Menjaga hak-hak suaminya, terutama saat sang suami sedang tidak ada.
Hak-hak suami yang harus dijaga adalah, haknya terhadap diri dan jiwa sang istri serta seluruh harta benda suami.
Lagi-lagi, inilah kebahagiaan suami dan istri. Amanah bagi istri ini, jika dilaksanakan dengan baik oleh istri akan semakin menebalkan rasa cinta bagi suaminya dan memberikan kebahagiaan hati yang tak terkatakan.
Bagi seorang suami, jelas dia merasa sangat nyaman walau harus meninggalkan istrinya. Nyaman dan aman pada istri yang tidak mungkin berlaku nista di belakangnya. Nyaman dan aman pada harta yang benar-benar dijaga dan tidak dikeluarkan kecuali seizinnya. Nyaman dan aman karena jerih payahnya selama ini terjaga oleh istri yang mengerti.
Jadi, inilah kunci besar bagi wanita atau bagi anak perempuan yang sedang tumbuh dalam pendidikan dan layak dijadikan istri serta ibu bagi anak-anak di kemudian hari. Yaitu:
a. Taat kepada Allah
b. Taat kepada suami
c. Ikhlas dalam ketaatannya
d. Menjaga dirinya dan cintanya saat suami tidak ada
e. Menjaga harta suami dengan baik
Semuanya terkemas dalam satu kata: SHOLEHAH...
diambil dari Ebook kuliah Online Parenting Nabawiyah Edisi Mei 2012
kalau mau Ebook nya bisa download di sini













